Pengalaman Menyenangkan Naik Go Car di Serang

Pengalaman Menyenangkan Naik Go Car di Serang

Screenshot aplikasi Go Jek di hape saya.
Screenshot aplikasi Go Jek

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah sang Pencipta semesta alam. Shalawat selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Taxi dan Ojek Online

Sebelumnya saya pernah mengalami pengalaman kurang mengenakan ketika naik Grab car.

Kali ini saya akan menulis pengalaman istri saya naik Go car di Kota Serang. Tepatnya dari Perumahan Puri Anggrek menuju Komplek Ciceri Permai (Ciper).

Ojek Online Go Jek sudah lama ada di Serang. Saya masih ingat betul ketika dulu Go Jek pertama kali ada di Serang dan saya sempat ingin mendaftar sebagai ojek Online satu ini.

Tidak malu?

Kenapa harus malu? Selama pekerjaan yang kita lakukan halal dan bisa membantu orang yang membutuhkan, kenapa tidak?

Itulah pikiran saya saat itu. Tapi saya tidak jadi ngojek karena jadwal mengajar lumayan padat.
Kini.. setiap saya berada di jalan raya, bahkan ketika saya berada di rumah, sering sekali saya melihat jaket dan helm hijau bertuliskan Go Jek.

Begitu juga di Sekolah.

Guru-guru banyak yang menggunakan jasa Go Jek untuk pergi ke Sekolah dan pulang pulang ke rumah.

Bahkan..

Murid saya juga ada yang naik Go Jek.

Mungkin kalau saya tidak punya motor, saya sudah menjadi pelanggan Go Jek.

Install Aplikasi Go Jek

Sebenarnya aplikasi Go Jek sudah cukup lama nongkrong di HP saya, tapi ketika meng-install aplikasi ini saya tidak langsung pesan Go Jek, Go Car atau layanan lainnya. Saya hanya coba-coba untuk mengetahui tarifnya.

Jadi Inget..

Dulu saya install aplikasi ini karena percakapan ibu-ibu di warung tetangga.

Tanpa sengaja.. saya mendengar salah  satu dari mereka berkata “Mau ke MOS ya? Pake Go Jek Aja! Nih lihat! (Sambil mengetik sesuatu di HP-nya) Dari sini (Puri Anggrek) ke MOS Cuma Rp 12.000,-. Murah kan?”.

Well.. saya pun pulang dan langsung install aplikasi Go Jek.

Di rumah, saya coba rute dari Puri Anggrek Serang ke Bojong Pandeglang. Ternyata tarifnya Rp 200.000,-.

WOW! MAHAL! Menurut saya saat itu.

Kenapa mahal? Karena dengan rute yang sama saya bisa mendapatkan harga Rp 150.000 dengan menggunakan Grab Car.

Akhirnya aplikasi Go Jek tak pernah saya buka lagi, walau tidak saya uninstall.
Sampai suatu ketika..

Naik Go Car di Serang


Screenshot bukti saya sudah pesan Go Car
Screenshot bukti saya sudah pesan Go Car

Sabtu, 16 September 2017.

Sore itu keluarga saya (istri, mertua dan anak masih bayi) harus pergi ke Kompek Ciceri Permai (Ciper).




Kebetulan saat itu saya tidak bisa ikut karena suatu hal.

Sementara cuacanya kurang bersahabat, saya pun mengusulkan agar mereka naik Go Car.

Tarif Go Car di Serang

Setelah cek tarif, ternyata dari Puri Anggrek ke Ciper hanya kena Rp 22.000,-. Jauh lebih murah dibanding Taxi biasa yang mencapai angka Rp 35.000,-.

Setelah pesan, driver-nya langsung menelepon dan mengatakan bahwa dia masih di Patung. Kemungkinan butuh waktu 15 menit untuk sampai Puri Anggrek.

Saya bilang “oke, kami tunggu”.

15 menit kemudian, seekor Avanza datang di depan rumah.

Istri naik, sementara saya dan HP yang digunakan untuk memesan Go Car tetap stay di rumah.

Kisah Driver Go Car Serang

Driver Go Car Serang bercerita tentang pengalamannya
Screenshot driver Go Car yang saya taiki
Sekitar setengah jam kemudian aplikasi Go Jek meminta saya untuk memberikan bintang. Tapi saya kirim WA dulu ke istri.

Alhamdulillah driver Taxi online yang dinaiki oleh istri saya tidak bermasalah.
Bahkan..

Pak supir malah cerita kalau dia sebelumnya bekerja sebagai supir di Al** Mart. Disana ia bekerja dari pagi hingga larut malam, tapi gajinya seperti karyawan biasa, tidak ada jam lembur atau bonus.

Sekarang, di Go Jek dia lebih senang (semoga terus begitu) karena bisa mendapatkan banyak bonus.
Jika supir Taxi Online lain berusaha mendapatkan pelanggan dari sms/telepon langsung.

Berbeda dengan supir ini. Beliau fokus mendapatkan bintang lima dari pelanggan dan dari situlah dia mendapatkan banyak bonus.

Semoga hal ini bisa dicontoh oleh driver lainnya.

Demikian pengalaman istri saya naik Go Car di Serang yang menurut saya cukup menyenangkan, semoga bermanfaat dan jangan ragu untuk share tulisan ini.

Punya pengalaman naik taxi atau ojek online? Silakan tulis di kolom komentar dibawah..

Wassalamualaikum Wr Wb.
Baca selengkapnya »
Trik Pesan Grab Car di Kota Serang

Trik Pesan Grab Car di Kota Serang

Aplikasi Grab

Berikut adalah trik saya memesan Grab Car di Kota Serang yang bisa dilakukan langsung oleh seluruh warga Kota Serang.

Ramainya pengguna jasa transportasi online seperti Go Jek dan Grab membuat saya ingin mencobanya.

Sebenarnya, beberapa bulan yang lalu kita bisa memesan Grab Car dengan normal menggunakan aplikasi Grab di Kota Serang. Namun, entah kenapa sekarang kita harus menggunakan trik sederhana agar kita bisa memesan Driver Grab Car.

Trik ini saya dapatkan ketika ingin pergi ke Pandeglang hari Sabtu (22 April 2017) kemarin. Setelah menentukan tempat penjemputan (Pick-Up) dan tempat tujuan (Drop-Off) ternyata aplikasinya tidak mau bekerja.

Apliikasi Grab
Aplikasi error ketika Pick-Up di Serang
Ada tulisan “Hmmm, something went wrong. Tap to retry”, harga yang di tunjukkan masih Rp 0, tidak ada opsi untuk memilih layanan Grab (Grab car, Grab taxi, Grab bike dll) dan tulisan book tidak aktif (tidak bisa di tap/klik).

Saya kira hal ini terjadi karena Grab belum ada di Kota Serang, tapi setelah mencari di Google ternyata ada orang yang sudah bisa pesan Grab di Kota Serang.

Untuk lebih meyakinkan, saya juga bertanya kepada seorang teman yang sering menggunakan taxi online ketika dia di Jakarta dan Tangerang. Ternyata, dia juga pernah pesan Grab Bike di Kota Serang.

Tips Memancing Grab Car di Kota Serang

Akhirnya saya coba lagi aplikasi Grab yang ada di smartphone.

Aplikasi Grab
Aplikasi berjalan dengan baik ketika Pick-Up di Jakarta
Tapi kali ini saya minta dijemput di Jakarta dan tujuannya ke Pandelang. Ternyata aplikasi berjalan dengan baik, tidak ada kata “Hmmm, something went wrong. Tap to retry”, tarif langsung muncul, opsi layanan Grab juga muncul dan tulisan book juga aktif.

Aplikasi Grab
Setelah dipancing kita bisa pesan Grab Car di Kota Serang
Setelah itu saya coba ganti tempat jemputnya menjadi rumah saya (Kota Serang). Tulisan “Hmmm, something went wrong. Tap to retry” kembali muncul dan opsi layanan juga hilang lagi. Tapi terifnya muncul dan tulisan book aktif.

Setelah saya tekan tombol book aplikasi langsung mencarikan Driver. Namun beberapa menit kemudian tidak ada satu pun driver yang bersedia mengantar saya. Padahal ketika itu saya lihat ada 3 mobil Grab di Kota Serang.

Setelah gagal, aplikasi Grab memberikan tips untuk mengganti tempat jemput dengan tempat yang lebih mudah dikenali.

Saya pun merubah dari alamat rumah menjadi alamat perumahan saya.
Tidak lama kemudian seorang Driver menerima pesanan saya. Setelah itu saya kirimkan alamat detail rumah saya melalu chat dan kira 10 menit kemudian mobil Grab sudah ada di depan rumah saya.

Dari kejadian tersebut saya bisa simpulkan 4 tahapan untuk memancing Grab Car di Kota Serang.

4 Tahap Memesan (mancing) Grab Car di Kota Serang:

  1. Pilih tempat tujuan anda dan pilih tepat penjemputan di Kota besar dulu (contoh Jakarta atau Tangerang).
  2. Ganti tempat penjemputan dengan tempat dimana anda ingin di jemput atau lokasi anda saat itu.
  3. Jika gagal, ganti tempat penjemputan dengan tempat umum yang ada di dekat lokasi anda. Contoh; Perumahan, Alfa/Indo mart, Masjid, Mall, Kampus, Sekolah dll.
  4. Kemungkinan perlu untuk mencoba beberapa kali karena di Kota Serang Grab car masih sangat terbatas jumlahnya.
Oya, bisa jadi trik mancing Grab ini juga berlaku di kota-kota kecil lain selain kota Serang.

Review Grab Car di Kota Serang


Setelah berhasil pesan Grab Car dan diantar ke tempat tujuan, berikut adalh review saya tentang Grab Car.

Setelah sampai didepan rumah saya driver langsung keluar dari mobilnya untuk menyapa, ngobrol basa-basi dan ujungnya minta tambahan tarif. Waduh!

Alasan drivernya adalah karena tujuan saya Pandeglang, jadi saat pulang dari Pandeglang beliau tidak bisa mendapatkan penumpang lagi. Hmm.. cukup logi sih.

Karena kasihan dengan anak saya yang masih berumur 3 bulan akhirnya kami sepakat di angka Rp 200.000, padahal di Aplikasi hanya Rp 160.000. (mungkin tidak semua driver seperti ini).

Alhamdulillah driver-nya ramah dan enak diajak ngobrol.

Ketika waktu dzuhur tiba, sang driver mengajak kami untuk shalat terlebih dahulu di Masjid. Saya pun menyetujuinya.

Oya mobil yang digunakan adalah Xenia. Cukup nyaman karena sepertinya mobil ini masih baru.
Saya rasa cukup untuk tulisan kali ini. Jika ada pertanyaan silakan tulis di kolom kometar.

Gimana? Tertarik untuk menggunakan Grab? Belum daftar? Klik disni! dan dapatkan saldo GRATIS Rp 30.000.

Semoga bermanfaat.

Note:
Untuk Anda yang mencari lokasi kantor Grab di Serang, sampai saat ini Grab belum membuka kantor di Kota Serang.

Sosial media:

  1. Twitter
  2. Facebook
  3. YouTube
Baca selengkapnya »
Mesin Steam Motor dan Mobil Elektrik di Serang Banten

Mesin Steam Motor dan Mobil Elektrik di Serang Banten

Halo para pembaca sekalian! Saya Tanri Alim, pada posting kali ini saya akan share hasil pencarian mesin steam motor elektrik di Kota Serang Banten. Saya tidak hanya mencari mesin steam di toko-toko, tapi juga di internet. Penasaran dengan hasil pencarian saya? Silahkan simak artikel berikut.

Pencarian mesin steam motor elektrik ini berawal dari perintah bapak saya. Kebetulan sebelunya bapak pernah beli mesin steam motor dari sales yang datang ke rumah, namun sekarang sudah rusak dan ketika mau beli lagi bapak tidak bisa menghubungi sales tersebut dan tidak juga menemukan di toko atau pusat perbelanjaan lainnya.

Akhirnya, bapak yang tinggal di Pandeglang memberikan mandat kepada saya untuk mencari mesin steam motor di Serang, karena saya memang tinggal di serang.

Oya sebelumnya, takutnya ada yang belum tahu apa itu mesin steam motor dan mobil berikut adalah penjelasannya. Mesin stem motor atau mesin steam mobil elektrik adalah mesin steam kecil yang bisa digunakan di rumah. Berbeda dengan mesin steam di tempat steam motor atau mobil yang menggunakan bahan bakar bensin, mesin steam elektrik ini menggunakan sumber energi berupa listrik. Arus listrik yang dibutuhkan juga bermacam-macam, mulai dari 700 watt sampai 1300 watt, tergantung mesinnya.

Lanjut ke pencarian. Awalnya saya mencari online menggunaan mesin pencari Google dan Tokopedia. Saya berhasil mendapatkan mesin steam dengan kisaran harga yang bermacam-macan, mulai dari 700 ribu hingga diatas satu juga. Satu hal yang membuat saya bingung, tidak ada satupun dari mesin tersebut yang memiliki brand ternama. Semuanya asing. Oleh karena itu saya ragu dan memilih untuk mencari mesin steam motor dan mobil di toko-toko.

Setelah bertanya di berbagai grup yang saya ikuti, saya mulai dapat referensi toko. Dua toko tersebut adalah Banten teknik (Sumur Pecung) dan Sukma teknik (Disamping rumah sakit DKT). Setelah saya datangi saya mendapatkan satu jenis mesin di Sukma teknik, brandnya LAKONI dengan harga 1,3 juta. Hanya saja penjaga toko menyampaikan bahwa pembeli sebelumnya tidak bisa menjalankan mesin steam tersebut karena ketika awal dinyalakan membuatuhkan listrik 1300 watt. Sementara di Banten teknik saya mendapatkan mesin steam dengan merek Maxton, awalnya si Engkoh menawarkan 1,1 namun berhasil saya tawar menjadi 950 ribu. Yap, akhirnya saya membeli mesin steam motor maxton.

Mesin Steam Motor dan Mobil Elektrik
Mesin Steam Motor dan Mobil Elektrik Maxton di Banten Teknik
 
Mesin Steam Motor dan Mobil Elektrik
Mesin Steam Motor dan Mobil Elektrik LAKONI di Sukma Teknik

Beberapa hari kemudian saya pergi ke Lotte mart di kepandean. Tak disangka, ternyata disana juga terdapat mesin steam motor, harganya 1,5 juta merknya KARCHER. Memang sih harganya lebih mahal, tapi kalau dilihat dari desain dan brand-nya jauh lebih dapat dipercaya.
Oya hampir lupa. Ada satu lagi, sempat juga kamarin ada sales yang ke rumah. Nama perusahaannya BIO SAFE, kantornya di BAP (maaf saya lupa BAP 1 atau 2). Sayangnya harga yang ditawarkan jauh lebih mahal, yaitu 2,8 juta. Memang sih mereka memberikan garansi selama 1 tahun, tapi tetap saja harga tersebut kurang masuk akal menurut saya.
Jadi kira-kira kamu mau pilih yang mana? Tulis di kolom komentar yah hehe.

Mesin Steam Motor dan Mobil Elektrik
Mesin Steam Motor dan Mobil Elektrik di Lotte Mart
Sekian, semoga pengalaman saya mencari mesin steam motor atau mobil di Serang Banten ini bisa bermanfaat buat anda yang mau beli. See you.
Baca selengkapnya »
Catatan Trip Baduy (Maret 2016)

Catatan Trip Baduy (Maret 2016)

Spanduk Baduy
Pada hari rabu dan kamis minggu kemarin, tepatnya tanggal 23-24 Maret 2016, saya bersama rekan guru dan para murid pergi ke baduy luar. Nama tripnya “Ekspedisi Baduy”, pesertanya adalah seluruh anggota kelas 7 SMP Peradaban dan panitianya guru-guru yang mengajar di kelas tersebut. Selain menjadi guru biologi, saya juga sebagai wali kelas maka saya menjadi ketua rombongan atau ketua panitia. Banyak hal yang dapat saya pelajari dari trip baduy kemarin, mulai dari keunikan suku baduy, perbedaan suku baduy dalam dan suku baduy luar, biaya untuk transportasi ke baduy, biaya guide, biaya penginapan dan lain-lain.

rumah baduy
Rumah Baduy

Suku Baduy

Seperti yang anda ketahui bahwa suku baduy terbagi menjadi dua, ada suku baduy dalam yang masih memegang erat hukum adat leluhurnya dan ada baduy luar yang sudah banyak meninggalkan hukum adat leluhurnya. Sebenarnya trip baduy kemarin hanya sampai baduy luar karena kondisi fisik anak-anak kelas 7 yang belum siap. Perjalanan dari terminal Ciboleger ke Baduy luar hanya perlu berjalan kaki selama 1-2 jam (tergantung kecepatan), sementara untuk mencapai baduy dalam, butuh waktu 2 sampai 3 jam lagi (total 3-5 jam). Dulu saya pernah ke baduy dalam dan sering berdiskusi juga dengan Mang Samad. Mang Samad adalah guide kita sekaligus tuan rumah dari rumah tempat kita menginap di baduy luar.

Sebelum melanjutkan tentang trip baduy kemarin, saya akan membahas tentang suku baduy dalam dan baduy luar terlebih dahulu. Selamat menyimak.

Suku Baduy Dalam

Seperti yang saya jelaskan diatas, bahwa suku baduy dalam masih memegang erat hukum adat leluhurnya. Orang yang berasal dari suku baduy dalam terlihat jelas dari pakaiannya, baju putih dan bawahan seperti rok yang juga berwarna putih. Suku baduy dalam juga tidak pernah menggunakan sendal atau alas kaki dan yang paling hebat mereka tidak boleh menggunakan kendaraan seperti motor dan mobil. Meskipun demikian, hal ini tidak menghalangi mereka untuk pergi jauh. Dengan hanya menggunakan kaki (tanpa alas kaki) mereka berjalan ke Rangkas, Pandeglang, Serang dan yang paling jauh adalah Bandung. Hebat kan?

Pertanyaan yang sering muncul dalam benak kita adalah “lalu bagaimana jika ada suku baduy luar yang menggunakan alas kaki, pakaian seperti kita atau naik kendaraan?”. Jawabannya adalah mereka akan dikenakan ‘hukum adat’, katanya sih kalau ketahuan bisa diasingkan di suatu tempat atau bisa juga diusir dari baduy dalam.

Oya suku baduy dalam terdiri dari tiga desa, yang paling dekat adalah Cibeo, kemudian Cikatawarna dan yang terakhir Cikeusik. Konon katanya puun di Cikeusik adalah puun yang paling sakti dan disegani dibanding dengan puun yang lain. Perlu diketahui juga, puun adalah pimpinan Desa. Tapi jangan samakan puun dengan kepala desa yah, karena puun di baduy kekuasaannya lebih mirip raja atau mungkin presiden. Untuk menemui puun kita tidak bisa sembarangan, harus ada keperluan tertentu dan harus melalu jaro terlebih dahulu. Oya jaro itu pimpinan Desa juga tapi masih dibawah puun.

Suku Baduy Luar

Jauh berbeda dengan suku baduy dalam, mereka terlihat seperti kita, sudah terkena globalisasi. Sebut saja hanphone, radio dan lampu LED (listriknya dari aki) yang ada di rumah mereka. Meskipun rumah suku baduy luar masih mirip dengan suku baduy dalam, ternyata jika diperhatikan lebih detail maka rumah mereka memiliki banyak perbedaan. Dimana rumah suku baduy luar sudah menggunakan paku, terdapat banyak pintu dan bahkan ada yang sudah memiliki toilet didalam rumah. Sementara rumah suku baduy dalam sama sekali tidak menggunakan paku (hanya menggunakan tali), satu rumah hanya satu pintu dan jangan berharap bisa menemukan toilet di dalam rumahnya.

Sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya tulis tentang suku baduy, namun pada posting kali ini saya akan lebih fokus ke trip atau perjalanannya, bukan suku baduynya.
anak kecil baduy nenun
Anak kecil suku Baduy sedang menenun kain

Biaya Trip Baduy

Oke, saya paham betul faktor utama yang paling penting adalah biaya. Biasanya yang open trip ke Suku Baduy memasang harga Rp 150.000 sampai Rp 250.000, tergantung jumlah orang dan tempat awal pemberangkatan. Oya harga tersebut untuk pemberangkatan dari Jakarta dengan meeting point Stasiun Duri. Mungkin tidak jauh beda jika meeting pointnya di stasiun Serang.

Biaya Transportasi

Tapi untuk trip kemarin saya memilih untuk menyewa ELF (bis kecil) yang merupakan angkutan umum dan sering disebut ‘mobil PS’ (baca: pe es). Mobil PS ini berangkat dari rangkas untuk menjemput kami di Serang, mereka malam-malam berangkat dan sampai di sekolah sekitar jam 11. Paginya, kami berangkat jam 8 dan sampai di Ciboleger jam 11 (sekitar 3 jam perjalanan Serang-Ciboleger). Setelah itu kami ditinggal dan besoknya jam 1 kembali di jemput. Oya mobil PS yang kami gunakan adalah angkutan umum jurusan Ciboleger. Biaya sewa mobil PS adalah Rp 1.500.000/mobil untuk antar dan jemput.

HTM (Harga Tiket Masuk)

Setelah sampai di Ciboleger kita diharuskan untuk melapor terlebih dahulu di sebuh pos, tadinya saya mau memberikan uang Rp 50.000 tapi kata Mang Samad kegedean dan akhirnya saya hanya memberikan Rp 30.000. Kata Mang Samad, uang tersebut hanya untuk rokok penjaganya.
Setelah itu kami langsung berjalan menuju rumah Mang Samad, namun baru berjalan sebentar Mang Samad membawa saya ke rumah Jaro dan menyuruh saya menyiapkan uang Rp 50.000. Uang itu bisa dibilang tiket masuk, hanya saja tidak dipatok harus Rp 50.000, (seikhlasnya).

Penginapan dan Guide

Nah untuk biaya penginapan di rumah orang baduy dan biaya guide-nya juga sama, tidak dipatok. Kalau saya kemarin memeberikan Rp 200.000 untuk penginapan 1 rumah dan Rp 100.000 untuk guide. Oya biasanya diperjalanan ada yang menawarkan jasa porter atau membawa barang, tarifnya variatif mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 50.000. Saran saya sebelum anda menyerahkan barang, tanya terlebih dahulu tarifnya.
Anak-anak sedang main di sungan Baduy
Anak-anak sedang main di sungan Baduy

Makan

Untuk makan, rabu pagi sarapan masing-masing. Rabu siang saya beli Fried Chicken Madani satu porsinya kurang lebih Rp 11.000. Rabu malam dan Kamis pagi makan masakan orang baduy, tapi bahan-bahannya kita yang bawa (beras, ikan asin, minyak goreng, sayur asem, mie instan). Kamis siang makan nasi bungkus, pake ayam Rp 15.000 pesan di teman saya yang kebetulan rumahnya dekat Ciboleger. Kalau makan di warteg atau tempat makan yang ada di Ciboleger cukup mahal, teman saya makan pake ayam habis Rp 25.000 (ya namanya juga tempat wisata).

Berikut adalah rincian biayanya:

1.    Transportasi Serang-Ciboleger         Rp 1.500.000/mobil PS
2.    Pendaftaran di Ciboleger                   Rp 30.000/rombongan
3.    Pendaftaran di Jaro                             Rp 50.000/rombongan
4.    Penginapan                                          Rp 200.000/rumah
5.    Guide                                                     Rp 100.000/orang
6.    Makan nasi bungkus (ayam)               Rp 15.000/porsi

Kemarin saya berangkat bersama 30 orang, jadi butuh dua rumah, dua guide dan dua mobil PS. Kalau ditotal biaya kemarin habis sekitar Rp 5.200.000. jadi kalau dihitung perorang  Rp 5.200.000 dibagi 30 orang adalah Rp 175.000 (kurang lebih). Mungkin akan lebih murah kalau kita naik kereta, stasiun serang – stasiun rangkas Rp.5000/orang dari situ baru carter mobil PS Rp 750.000/mobil untuk antar dan jemput.

Catatan: Biaya diatas bisa jadi berbeda jika anda menggunakan guide yang ada di terminal atau guide luar (bukan orang baduy).

Oke saya rasa cukup, punya pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar yang ada dibawah atau hubungi saya melalui facebook atau twitter.

Demikian yang bisa saya tulis untuk informasi suku baduy dan biaya trip baduy. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Baca selengkapnya »
Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita

Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita

Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita
Assalamualaikum

Pada kesempatan kali ini saya ingin share rangkuman saya dari ceramah Ust Salim A Fillah tentang menikah, judulnya ketika aku dan kamu menjadi kita. Isinya sangat luar biasa, penuh nilai gizi dan sangat cocok untuk pemuda yang belum menikah (seperti anda). Selamat menikmati.

Kebahagiaan akan terasa sempurna setelah kita menitikkan air mata

Ketika kita berada di dunia maka bahagia tidak akan selamanya. Kecuali kita berjihad lalu mati di jalan Allah SWT

Punya anak banyak belum tentu sholeh semua. Nabi Ya’kub saja punya 12 anak, tapi hanya 2 yang soleh. Bahkan salah satu dari yang soleh (Yusuf) dikabarkan dimakan serigala oleh soudara-saudaranya.

Berkah adalah naik atau bertambahnya kebaikan

Tidak pernah ada kejayaan yang abadi. Seorang insinyur batu bara yang tadinya kaya raya kini kekurangan harta karena perang minyak dunia.

Rejeki yang penting berkah. Contoh yang tidak berkah: Gaji 100 juta gak bisa makan manis karena diabet, atau gak bisa makan yang gurih karena kolesterol.

Rejeki yang penting berkah. Contoh yang berkah: Seorang Ustadz hanya punya motor, tapi setiap hari ditawari pinjaman mobil oleh tetangga, yang punya mobil malah naik sepeda ke kantor supaya sehat katanya.

Menikah bukan untuk bahagia, tapi untuk menambah keberkahan kita.

Surat Ar-ruum ayat 21 (Allah menciptakan segala sesuatu berpasang- pasanganan)

Wanita dan laki-laki diciptakan untuk saling melengkapi (tulang rusuk)

Cinta bukan dari pertemuan dan pendekatan yang lama, tapi dari kedekatan jiwa

Hubungan jiwa adalah syarat kecocokan, seperti sekufu dalam agama. Sementara yang lain kondisional, seperti  harta dan pendidikan.

Taaruf itu bukan sebelum nikah, tapi seumur hidup.

Sandi ruh orang yang menikah adalah iman kepada Allah.

Agama adalah cara memandang hidup dan mati,

Agama adalah cara memandang yang membuat hidup dan yang membuat mati,

Dan Agama adalah cara memandang kehidupan setelah kematian.

Mitsaqon ghalidza (Perjanjian yang ada dalam Al-Qur'an):


1. Perjanjian Allah dan ulul azmi: Mengemban risalah

2. Perjanjian Allah dan bani israil dengan mengangkat bukit tsina

3. Pernikahan

Hikmah Menikah:

Sakinah:


1. Supaya kamu bisa menjaga kesucian dirimu dengan adanya pasangan

2. Bisa membangun ikatan lahir dan batin dengan pasangan (rasul masuk masjid setelah mandi jinabah dan berkata "ketika kalian melihat wanita yang dijadikan setan sebagai godaan, maka pulanglang! Karena pada istri kalian ada semua yang ada di perempuan tsb)

3. Supaya kamu senantiasa cenderung berpikiran terhadap keluarga dan pasanganmu (Yg di rumah makan apa?)

4. Supaya kalian tentram dengan dia ada disisi (bersama) atau sedang berpisah. Ketika bersama tentram karena bersamanya anda bahagia, ketika berpisah juga tentram karena anda percaya dia tidak akan menyelingkuhi anda.

Korupsi dimulai di pagi hari, oleh bisikan sang istri: "tetangga mobilnya ganti, kita kapan ganti?"

Mawaddah:


Menggunakan kata ja'ala = menunjukkan proses 'kun'= langsung

Nah, yang rahmahnya belum sempat dibahas karena waktunya terbatas. Sebagai gantinya saya berikan sedikit kata-kata mutiara yang berasal dari Ust Salim juga:



    Lelaki yang dipuja oleh wanita tidak menyuruhnya menghentikan tangiisnya, apalagi bertanya buat apa nangis? Lelaki yang dipuja wanita itu cirinya adalah menyediakan tempat yang paling nyaman untuk menangis sampai tuntas. Yaitu dibahunya atau disandarannya.

Sekian semoga bermanfaat.

Assalamualaikum.
Baca selengkapnya »
HUKUMAN DARI PAK ABENG

HUKUMAN DARI PAK ABENG

HUKUMAN DARI PAK ABENG

Terik matahari memasuki celah-celah kamar. Angin bertiup kencang. Suara kipas angin berdecit keras. Mungkin mereka sedang marah karena aku tidak beranjak pergi ke kelas untuk megikuti pelajaran. Aku justru termenung memikirkan alasan tidak masuk kelas kali ini, apa alasan yang harus kuberikan pada pak Abeng kali ini? Pusing? Sepertinya alasan itu sudah sering aku gunakan, pasti pak Abeng tidak akan percaya. Terkunci di dalam kamar? Tapi alasan ini sudah sering kupakai, pasti pak Abeng tidak akan percaya. Bagaimana dengan jujur? Sepertinya itu ide yang bagus, aku mulai bosan harus berbohong terus. Toh, pak Abeng tidak akan marah, jadi apa salahnya aku jujur?

Tapi aku masih penasaran apa alasan teman-temanku kali ini? Kenapa mereka terlihat biasa-biasa saja, apa mereka sudah punya alasan yang akan membuat pak Abeng percaya? Aku pun bertanya kepada mereka. “Lala kamu gak masuk alasannya apa?”, “Pusing, tapi pusing beneran sama sakit perut”, “Ooh”. Aku beranjak menuju Reta dan Silva yang sedang asik menonton film di laptop, “Silva, kamu enggak masuk alasannya apa?”. “Pusing tau sayanya, jantung saya kaya sakit gitu”, “Ooh, kalau kamu ret?”, “Males tau sama pak Zaki, ngeselin!”, “Emang ngeselin kenapa?”, “ya, ngeselin aja!”. “Ih Nisa, saya juga kesel tau sama pak Hasan, orangnya pilih kasih. Apa kali pak Hasan tuh, giliran ikwan aja dibaik-baikin, eh akhwatnya dicuekin.. ewh..” ucap Silva, yang memang dari dulu sepertinya tidak suka dengan pak Hasan. Tiba-tiba pintu akhwat diketuk “yang didalam buka pintunya sih ”, “Iya sebentar”, ucap Reta mengambil gunting untuk membuka pintu. Pintu akhwat kelas 7 memang rusak, gagang pintunya copot, jadi jika pintunya tertutup harus dibuka dengan besi atau gunting.

Hani dan Nazwa masuk, tapi mereka langsung keluar kamar tanpa mengucapkan satu ktapun. Mereka hanya menaruh tas dan pergi. “Si Nam-nam mana, kok belum ke asrama sih?”. Ucapku sambil memegang buku diary. “Si Nam-nam ke bu Tika dulu kali”, jawab Silva. Tiba-tiba Hani datang “Yang mesen es buble! Ini ice buble-nya udah dateng”. “Makasih Hani", ucapku dan Lala. Tiba-tiba Nam-nam datang dengan bibir yang ditekuk, sepertinya dia sedang ada masalah. Sampai selesai istirahat Nam-nam hanya di kasurnya, entah sedang apa, sedangkan aku dan Lala asik minum ice buble buatan mamah Hani sambil mengobrol. Reta dan Silva sedang asik menonton film, Hani dan Nazwa mungkin sedang belajar karena mereka membawa buku. Akhirnya jam istirahat selesai. Hani dan Nazwa segera pergi ke kelas dan disusul dengan Nam-nam. Aku, Reta, Silva dan Lala tetap di Asrama, kami memang tidak mau masuk kelas. Sebenarnya kami semua malas masuk kelas, entah kenapa setiap hari kamis kami selalu malas masuk kelas, mungkin karena hari kamis mata pelajaranya banyak dan semua mata pelajarannya susah.

Jam menunjukkan pukul 11.30, pelajaran sudah selesai, Hani Nazwa dan Nam-nam juga sudah kembali ke Asrama. Kami siap-siap sholat lalu bergegas ke Masjid, setelah shalat semua (akhwat kelas 7) ditunggu di kantor oleh pak Ammar untuk mengambil seragam, tapi kami memutuskan ke kantor setelah makan. Ternyata Aku, Silva, Lala, Reta dan Nazwa ditunggu pak Abeng di kantor. Aku takut kalau pak Abeng memanggil kami karena kami tidak masuk kelas, tapi kenapa Nawa juga dipanggil? Bukannya Nazwa tadi masuk kelas? Aku mencoba berpikir positif. Setelah akhwat kelas 7 selesai mengambil seragam aku dan yang lainnya segera pergi menuju pak Abeng. Kami disuruh masuk ke sebuah ruangan. Entahlah, aku tidak tahu nama ruangan itu. Tapi ruangan itu cukup untuk membuatku ketakutan.

Pak Abeng datang. “Assalamualaikum”, pak Abeng mulai berbicara pada kami, dimulai dari Nazwa. “Nazwa kemarin hari kemais kenapa gak masuk kelas?”. “Ih, pak Abeng sayanya males sama ibu saya, masa saya dijemput jam 9 malem lebih”. “Kalau kamu Silva?”, “Saya sakit pusing sama males pak”. "Kamu Reta, kenapa kamu enggak masuk?”, “Pak saya di-bully mulu, sayanya enggak ditemenin”. “Kalau Lala kenapa?”, “Pusing pak Abeng”. “Kamu Nisa kenapa?”, “Saya mah ikut-ikutan aja pak”. Setelah hampir 15 menit kami semua mengobrol, akhirnya kami sepakat untuk tidak akan tidak masuk kelas lagi. Tapi walau bagaimanapun kami sudah melakukan kesalahan, jadi kami harus menerima konsekuensi atas apa yang telah kami lakukan. Pak Abeng memberi konsekuensi atau hukuman pada kami semua. Hukuman kami berbeda-beda, Nazwa diberi hukuman menggambar sebanyak 5 lembar, Sylva diberi hukuman soal Matematika tapi tingkat SD, Reta diberi hukuman mengerjakan soal di bab tertentu, Lala diberi hukuman untuk menggambar sebanyak 5 lembar seperti Nazwa, sedangkan aku diberi hukuman untuk membuat cerita sebanyak 5 lembar.

Jam sudah menunjukkan pukul 13.30 itu artinya kami harus segera masuk kelas untuk mengikuti pelajaran Tahsin, kami tidak mau dihukum karena tidak masuk kelas/terlambar. Kali ini kami belajar Tahsin di lapangan, tepatnya di bawah pohon. Jujur pelajaran bahasa Arab dan Tahsin adalah pelajaran yang tidak aku suka, menurutku pelajaran Tahsin dan bahasa Arab membosankan.

Adzan ashar berkumandang. Kami bersiap-siap menuju masjid untuk sholat. Setelah sholat aku langsung pulang bersama kak Asti. Aku tidak pernah ikut pramuka dan spesial learnning Teakwondo. Bukan karena malas atau apa, tapi aku tidak suka pramuka dan Teakwondo. Sedangkan special learning enggak ada yang aku suka.

Sesampainya di rumah

“Assalamualaikum”. “Waalaikumsalam, ucap ibu sambil membuka pintu. Setelah aku salim aku langsung pergi ke kamarku, aku mengganti baju lalu pergi ke teras kamar sambil membawa buku tulis dan pulpen. Niatku ingin mengerjakan tugas dari pak Abeng, yaitu membuat cerita sebanyak 5 lembar, aku memutuskan untuk mengerjakannya sore ini karena jika malam hari aku yakin ceritanya tidak akan selesai. Bayangkan saja 5 lembar kertas yang akan ditulis cerita dan cerita itu harus selesai dalam waktu 2 jam. Menurutku itu tidak mungkin, apalagi aku ini bukan seorang penulis.

Sudah hampir 15 menit aku di teras kamar, tapi belum ada ide yang masuk kedalam otakku. Satu kata pun belum tertulis di bukuku. Huft.. Aku kan hanya dapat ide jika moodku dalam kondisi baik. Mungkin moodku sekarang tidak mendukung untuk membuat certa. Tapi, sampai kapan aku akan terus diam disini? Sampai moodku membaik? Bagaimana jika sampai pagi aku belum mendapat ide? Pasti pak Abeng akan marah. Akupun memutuskan untuk menulis cerita ini nanti malam. Aku berharap semoga nanti malam aku bisa menyelesaikannya.

Malam harinya

“Mba Nisa sama dek Izam ayo makan!”, ucap ibuku yang sudah berada di meja makan bersama ayah. Di keluargaku setiap malam adalah waktu berkumpul keluarga, biasanya setelah makan malam kami berkumpul di ruang TV. Kami biasanya melakukan aktifitas masing-masing, ayah mengerjakan tugas dari kantor, ibu duduk-duduk sambil membantu aku dan adikku mengerjakan PR, sedangkan aku dan adikku belajar. Biasanya kami melakukan aktifitas itu hingga jam 20.30, setelah itu kami bebas melakukan apa saja. Kami juga suka bertukar cerita atau pengalaman hari ini, menonton TV dan terkadang ayah membuat tebak-tebakkan yang membuat kami semua tertawa.

Setelah makan, aku mengerjakan tugas yang diberikan pak Abeng, tapi aku masih bingung, mau nulis apa? Akhirny akau membuat cerita tentang pengalamanku di Darqo (Pesantren Modern Daar El Qolam). Tapi setelah hampir satu lembar, aku merasa kalau ceritaku aneh, akupun berinisiatif untuk mengulang ceritaku dari awal. Tapi cerita apa yang akan ku buat?

“Mba, lagi ngerjain apa?”, “tugas dari pak Abeng bu”, “emang mba dikasih tugas gara-gara apa?”, “tadi aku enggak masuk kelas bu”, “kenapa? Kok mba gak masuk kelas?”, “Akunya males masuk kelas”, “loh.. enggak boleh gitu mba, bma harus masuk kelas, nanti ketinggalan pelajaran loh”, “iya bu”, “coba, ibu liat tugas dari pak Abeng”, ucap ibuku sambil mengambil buku tulis yang ada di depanku. “Ini kok enggak ada tugasnya?”, “ibu, tugasnya itu disuruh nulis cerita”, “terus ceritanya mana?”, “belum aku bikin, akunya bingung mau nulis apa”, “tentang apa?”, “sekolah”, “mba tulis aja kejadian tadi di sekolah”, “oh iya ya, makasih ibu”.

Jam menunjukkan pukul 21.30, aku segera naik ke atas untuk tidur. Tapi di kamar aku belum bisa tidur, tiba-tiba hp-ku bergetar tanda ada messengger masuk, aku segera membuka hp, ternyata chat cari Nazwa yang menanykaan tentang tugas menulis ceritaku. Aku pun ingat kalau ceritanya belum selesai, akhirnya aku turun ke bawah untuk mengambil buku, aku berniat untuk mengelesaikannya hari ini, maksudku malam ini. Aku melanjutkan ceritanya, walaupun dengan mata yang ngantuk.

Tik – tok – tik  - tok , suara jarum jam yang tidak terlalu jelas suaranya, aku masih berusaha menulis cerita walau dengan mata dan tubuh yang mengantuk, mereka memang tidak bisa diajak kompromi. Aku melihat jam sudah menujukkan jarum ke angka 11 lebih 30 menit, teryata sudah malam sekali padahal aku baru mengerjakan tiga halaman. Huft... tiba-tiba tubuhku tidak bisa lagi diajak kompromi, akupun tidur dengan buku yang ada di depan mukaku.

TAMAT

***

Demikian sebuah cerita yang ditulis oleh Nisa, siswa kelas 7 SMP Peradaban Serang. Ceritanya bagus, semoga Nisa kelak bisa menjadi penulis yang karyanya bisa bermafaat bagi orang banyak, amin. Untuk Nisa, ditunggu yah karya selanjutnya.
Baca selengkapnya »
Ketika Guru Ingin Nikah Muda

Ketika Guru Ingin Nikah Muda

Assalamualaikum Wr Wb

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam. Shalawat beserta salam selalu tercurah kepada Nabi panutan kita, Nabi Muhammad SAW.

Dengan gaji yang tak seberapa, bagaimana cara seorang guru untuk bisa menikah muda di usia 25? Silahkan simak videonya dibawah ini.



Yap, video tersebut saya buat untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh salah satu produsen motor di negeri kita, inisialnya Honda (lah? Inisaial kok malah disebut!). Video yang berdurasi hanya satu menit tersebut bercerita tentang seorang guru yang ingin menikah muda. Menjadi guru adalah pilihannya, karena dia selalu merasa senang ketika melihat senyum di wajah para siswa-siswinya. Namun, dengan gaji yang tak seberapa rasanya agak susah untuk bisa menikah di usia muda. Target nikahnya adalah di umur 25. Sementara sekarang dia sudah berumur 24, sudah deadline.

Dalam video tersebut diceritakan bahwa solusi dari masalahnya adalah dengan memiliki motor yang irit. Dengan begitu dia bisa mengirit uang belanja dan mulai menabung di celengan yang terbuat dari bekas kaleng wafer. Supaya lebih semangat menabung, dia pun menuliskan “MODAL NIKAH” di kaleng wafer tersebut.

Cerita ini adalah sebuah cerita non fiksi dengan ditambahi unsur promosi, mengikuti permintaan penyelenggara lomba. Biaya nikah yang tidak bisa dianggap murah menjadi tantangan sendiri bagi guru muda di Indonesia, apalagi yang masih berstatus honorer. Meskipun memang seharusnya perkara nikah tidak seharusnya diidentikan dengan pesta yang mewah. Karena syarat nikah hanyalah sebatas ijab sah.

Berbagai komentar bermunculan pasca di uploadnya video yang berjudul ‘Ketika Guru Ingin Nikah Muda’. Berikut adalah beberapa komentar unik yang saya dapatkan:

“Beneran itu artis keren banget, gak salah pilih deh! Menjiwai banget”. Haha, gimana enggak menjiwai? Orang dia beneran pengen dikah muda.

“Haha, itu mukanya honorer banget”. Wah ternyata muka para honorer bisa terdeteksi dengan mudah yah *jaditakut

“Kasihan ih honorer sampe nabungnya ajah di bekas kaleng wafer haha”. Tahu enggak itu kaleng wafernya dapet dari mana? Dari THR waktu lebaran kemarin.
Wah pokoknya seru deh membicarakan film yang saya sutradarai sendiri ini. Bangga banget kayaknya, padahal filmnya hanya berdurasi 1 menit.

Sekian, semoga guru-guru muda yang ingin menikah muda dilapangkan rejekinya dan dimudahkan dalam pencarian jodohnya. Amiin.

Kamu target nikah kapan? *kabur

Assalamualaikum Wr Wb
Baca selengkapnya »
Beranda