Lupa Rasanya Jatuh Cinta

Leave a Comment

Cinta, sebuah kata yang punya sejuta makna. Takan habis dibicarakan sepanjang masa dan takan bosan menjadi penyedap cerita.

Sudah lama rasanya, semenjak terakhir kali saya merasakan yang namanya ‘jatuh cinta’. Terkadang rasa itu bisa saya rasakan kembali ketika membaca lembaran lama tentangnya, walaupun hanya sedikit dan sebentar saja.

Begitu lama rasanyanya tak merasakan cinta. Cinta yang saya maksud adalah cinta antara seorang pria dan wanita. Cinta yang menghubungkan dua manusia yang tak pernah punya hubungan darah sebelumnya. Cinta yang membuat dada berdetak kencang seakan jantung ingin meledak, cinta yang membuat tubuh panas dingin tak karuan dan cinta yang membuat tangan dan kaki bergerak dengan seirama hanya untuk si dia.

Ah rindu sekali rasanya, merasakan getaran-getaran ketika jatuh cinta.

Pagi berangat kerja, malam pulang sisa tenaga yang hampir tak tersisa, seperti itulah rutinitas seorang pria bujangan. Maksud hati ingin meminang seorang perempuan, tapi selalu terhalang berbagai alasan yang sebenarnya tak ada. Walaupun memang belum tahu perempuan mana yang akan dipinang. Tapi hati ini selalu percaya bahwa datas sana namanya sudah terukir indah.

Terkadang saya malu pada diri sendiri. Hati menggebu inginkan seseorang untuk mendampingi,  tapi keringat seakan tak pernah terperas untuk mempersiapkan dan memantaskan diri. Setiap hari berkelana kesana-kemari, namun tak ada sedikitpun yang tersisa untuk calon pujaan hati. Semoga mulai hari ini, menit ini dan detik ini. Bisa menjadi lebih baik lagi dan bisa lebih mempersiapkan diri untuk hari yang paling dinanti.

Sedikit ketikan dariku, untukmu calon ibu dari anak-anakku, siapapun engkau dan dimanapun engkau berada:

Sabarlah menungguku, yakinlah suatu hari nanti aku akan menjemputmu melalui ayahmu. Maaf telah membuatmu menunggu, ini murni salahku, aku berjanji jika hari itu telah tiba maka aku akan memberikan yang terbaik untukmu dan anakmu yang juga anakku. Semoga Allah selalu menunjukan jalan lurus untuk kita mencapai rdha-Nya, semoga cahaya-Nya selalu menyinari kita, orang tua kita, keluarga kita, guru-guru kita, murid-murid kita, tetangga-tetangga kita dan saudara-saudara muslim kita sedunia. Amin.

Semoga ‘aku’ dan ‘kamu’ cepat berlalu, kemudian kita datang untuk bersama-sama menyongsong dunia yang sebenarnya.

Hanya sekedar coretan di seore hari. Terima kasih.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar

Tanri Alim. Diberdayakan oleh Blogger.