Catatan Trip Baduy (Maret 2016)

Leave a Comment
Spanduk Baduy
Pada hari rabu dan kamis minggu kemarin, tepatnya tanggal 23-24 Maret 2016, saya bersama rekan guru dan para murid pergi ke baduy luar. Nama tripnya “Ekspedisi Baduy”, pesertanya adalah seluruh anggota kelas 7 SMP Peradaban dan panitianya guru-guru yang mengajar di kelas tersebut. Selain menjadi guru biologi, saya juga sebagai wali kelas maka saya menjadi ketua rombongan atau ketua panitia. Banyak hal yang dapat saya pelajari dari trip baduy kemarin, mulai dari keunikan suku baduy, perbedaan suku baduy dalam dan suku baduy luar, biaya untuk transportasi ke baduy, biaya guide, biaya penginapan dan lain-lain.

rumah baduy
Rumah Baduy

Suku Baduy

Seperti yang anda ketahui bahwa suku baduy terbagi menjadi dua, ada suku baduy dalam yang masih memegang erat hukum adat leluhurnya dan ada baduy luar yang sudah banyak meninggalkan hukum adat leluhurnya. Sebenarnya trip baduy kemarin hanya sampai baduy luar karena kondisi fisik anak-anak kelas 7 yang belum siap. Perjalanan dari terminal Ciboleger ke Baduy luar hanya perlu berjalan kaki selama 1-2 jam (tergantung kecepatan), sementara untuk mencapai baduy dalam, butuh waktu 2 sampai 3 jam lagi (total 3-5 jam). Dulu saya pernah ke baduy dalam dan sering berdiskusi juga dengan Mang Samad. Mang Samad adalah guide kita sekaligus tuan rumah dari rumah tempat kita menginap di baduy luar.

Sebelum melanjutkan tentang trip baduy kemarin, saya akan membahas tentang suku baduy dalam dan baduy luar terlebih dahulu. Selamat menyimak.

Suku Baduy Dalam

Seperti yang saya jelaskan diatas, bahwa suku baduy dalam masih memegang erat hukum adat leluhurnya. Orang yang berasal dari suku baduy dalam terlihat jelas dari pakaiannya, baju putih dan bawahan seperti rok yang juga berwarna putih. Suku baduy dalam juga tidak pernah menggunakan sendal atau alas kaki dan yang paling hebat mereka tidak boleh menggunakan kendaraan seperti motor dan mobil. Meskipun demikian, hal ini tidak menghalangi mereka untuk pergi jauh. Dengan hanya menggunakan kaki (tanpa alas kaki) mereka berjalan ke Rangkas, Pandeglang, Serang dan yang paling jauh adalah Bandung. Hebat kan?

Pertanyaan yang sering muncul dalam benak kita adalah “lalu bagaimana jika ada suku baduy luar yang menggunakan alas kaki, pakaian seperti kita atau naik kendaraan?”. Jawabannya adalah mereka akan dikenakan ‘hukum adat’, katanya sih kalau ketahuan bisa diasingkan di suatu tempat atau bisa juga diusir dari baduy dalam.

Oya suku baduy dalam terdiri dari tiga desa, yang paling dekat adalah Cibeo, kemudian Cikatawarna dan yang terakhir Cikeusik. Konon katanya puun di Cikeusik adalah puun yang paling sakti dan disegani dibanding dengan puun yang lain. Perlu diketahui juga, puun adalah pimpinan Desa. Tapi jangan samakan puun dengan kepala desa yah, karena puun di baduy kekuasaannya lebih mirip raja atau mungkin presiden. Untuk menemui puun kita tidak bisa sembarangan, harus ada keperluan tertentu dan harus melalu jaro terlebih dahulu. Oya jaro itu pimpinan Desa juga tapi masih dibawah puun.

Suku Baduy Luar

Jauh berbeda dengan suku baduy dalam, mereka terlihat seperti kita, sudah terkena globalisasi. Sebut saja hanphone, radio dan lampu LED (listriknya dari aki) yang ada di rumah mereka. Meskipun rumah suku baduy luar masih mirip dengan suku baduy dalam, ternyata jika diperhatikan lebih detail maka rumah mereka memiliki banyak perbedaan. Dimana rumah suku baduy luar sudah menggunakan paku, terdapat banyak pintu dan bahkan ada yang sudah memiliki toilet didalam rumah. Sementara rumah suku baduy dalam sama sekali tidak menggunakan paku (hanya menggunakan tali), satu rumah hanya satu pintu dan jangan berharap bisa menemukan toilet di dalam rumahnya.

Sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya tulis tentang suku baduy, namun pada posting kali ini saya akan lebih fokus ke trip atau perjalanannya, bukan suku baduynya.
anak kecil baduy nenun
Anak kecil suku Baduy sedang menenun kain

Biaya Trip Baduy

Oke, saya paham betul faktor utama yang paling penting adalah biaya. Biasanya yang open trip ke Suku Baduy memasang harga Rp 150.000 sampai Rp 250.000, tergantung jumlah orang dan tempat awal pemberangkatan. Oya harga tersebut untuk pemberangkatan dari Jakarta dengan meeting point Stasiun Duri. Mungkin tidak jauh beda jika meeting pointnya di stasiun Serang.

Biaya Transportasi

Tapi untuk trip kemarin saya memilih untuk menyewa ELF (bis kecil) yang merupakan angkutan umum dan sering disebut ‘mobil PS’ (baca: pe es). Mobil PS ini berangkat dari rangkas untuk menjemput kami di Serang, mereka malam-malam berangkat dan sampai di sekolah sekitar jam 11. Paginya, kami berangkat jam 8 dan sampai di Ciboleger jam 11 (sekitar 3 jam perjalanan Serang-Ciboleger). Setelah itu kami ditinggal dan besoknya jam 1 kembali di jemput. Oya mobil PS yang kami gunakan adalah angkutan umum jurusan Ciboleger. Biaya sewa mobil PS adalah Rp 1.500.000/mobil untuk antar dan jemput.

HTM (Harga Tiket Masuk)

Setelah sampai di Ciboleger kita diharuskan untuk melapor terlebih dahulu di sebuh pos, tadinya saya mau memberikan uang Rp 50.000 tapi kata Mang Samad kegedean dan akhirnya saya hanya memberikan Rp 30.000. Kata Mang Samad, uang tersebut hanya untuk rokok penjaganya.
Setelah itu kami langsung berjalan menuju rumah Mang Samad, namun baru berjalan sebentar Mang Samad membawa saya ke rumah Jaro dan menyuruh saya menyiapkan uang Rp 50.000. Uang itu bisa dibilang tiket masuk, hanya saja tidak dipatok harus Rp 50.000, (seikhlasnya).

Penginapan dan Guide

Nah untuk biaya penginapan di rumah orang baduy dan biaya guide-nya juga sama, tidak dipatok. Kalau saya kemarin memeberikan Rp 200.000 untuk penginapan 1 rumah dan Rp 100.000 untuk guide. Oya biasanya diperjalanan ada yang menawarkan jasa porter atau membawa barang, tarifnya variatif mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 50.000. Saran saya sebelum anda menyerahkan barang, tanya terlebih dahulu tarifnya.
Anak-anak sedang main di sungan Baduy
Anak-anak sedang main di sungan Baduy

Makan

Untuk makan, rabu pagi sarapan masing-masing. Rabu siang saya beli Fried Chicken Madani satu porsinya kurang lebih Rp 11.000. Rabu malam dan Kamis pagi makan masakan orang baduy, tapi bahan-bahannya kita yang bawa (beras, ikan asin, minyak goreng, sayur asem, mie instan). Kamis siang makan nasi bungkus, pake ayam Rp 15.000 pesan di teman saya yang kebetulan rumahnya dekat Ciboleger. Kalau makan di warteg atau tempat makan yang ada di Ciboleger cukup mahal, teman saya makan pake ayam habis Rp 25.000 (ya namanya juga tempat wisata).

Berikut adalah rincian biayanya:

1.    Transportasi Serang-Ciboleger         Rp 1.500.000/mobil PS
2.    Pendaftaran di Ciboleger                   Rp 30.000/rombongan
3.    Pendaftaran di Jaro                             Rp 50.000/rombongan
4.    Penginapan                                          Rp 200.000/rumah
5.    Guide                                                     Rp 100.000/orang
6.    Makan nasi bungkus (ayam)               Rp 15.000/porsi

Kemarin saya berangkat bersama 30 orang, jadi butuh dua rumah, dua guide dan dua mobil PS. Kalau ditotal biaya kemarin habis sekitar Rp 5.200.000. jadi kalau dihitung perorang  Rp 5.200.000 dibagi 30 orang adalah Rp 175.000 (kurang lebih). Mungkin akan lebih murah kalau kita naik kereta, stasiun serang – stasiun rangkas Rp.5000/orang dari situ baru carter mobil PS Rp 750.000/mobil untuk antar dan jemput.

Catatan: Biaya diatas bisa jadi berbeda jika anda menggunakan guide yang ada di terminal atau guide luar (bukan orang baduy).

Oke saya rasa cukup, punya pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar yang ada dibawah atau hubungi saya melalui facebook atau twitter.

Demikian yang bisa saya tulis untuk informasi suku baduy dan biaya trip baduy. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar

Tanri Alim. Diberdayakan oleh Blogger.